Pada zaman dahulu pada abad ke-14 ada sekelompok orang pendatang yang mendatangi suatu wilayah yang belum berpenghuni (Sekarang Nama Daerahnya Binjai) mereka datang melewati gunung lintang (Sekarang Hutan TNKS). Rombongan ini dipimpin oleh Datuk Samanghun Dirajo dan Datuk Sanghono Dirajo, setelah mereka berjalan menelusuri gunung selama berminggu-minggu maka sampailah rombongan ini di daerah yang diberi nama Binjai. Kemudian mereka menetap di daerah tersebut.
Dilain pihak ada lagi rombongan pendatang melalui perjalanan laut lewat Pantai nan Panjang ombak nan badabua yang dipimpin oleh Makudum Sati setelah melalui perjalanan yang Panjang dan melelahkan maka sampailah mereka disatu daerah kerajaan yaitu Kerajaan Indo Jati Indrapura. Setelah beberapa hari beristirahat kemudian mereka menlanjutkan perjalanan melalui Sungai Batang Tapan dan mereka dan mereka berlabuh di sautu daerah untuk menetap (sekarang Alang Rambah).
Pada suatu hari keponakan Makudum Sati Mandi di Sungai Batang Tapan, di saat sedang asik mandi nereka menemukan sua-sua (Limau/Kayu ada bekas parang) yang hanyut di Sungai lalu mereka melaporkan kepada mamaknya Makudum Sati. Beberapa pekan kemudian Makudum Sati menelusuri Sungai tersebut kearah hulu dan bertemu dengan datuk Samanghun Dirajo dan Datuk Sanghono Dirajo di daerah Binjai sekarang. Disaat bertemu itulah Makudum Sati di angkat oleh mereka sebagai Orang Tua di Kaumnya.
Disaat menetap di Alang Rambah sanak kemenakan Makudum Sati sempat bertanam jagung dan disaat jagung tersebut sedang berpelong (berpucuk bulat), sedangkan di Binjai mereka menanam Keladi itu milik Datuk Samanghun Dirajo dan Sanghono Dirajo. Diwaktu itulah ketiga orang tersebut pergi mendaki Gunung Lintang (ada didaerah hutan TNKS) setiba diatas puncak gunung mereka memandang kearah kiri, kanan, muka, belakang, lalu memandang kearah Barat, tampak betapa elok dan indahnya daerah ini, mereka bertiga berdecak kagum setelah turun dari mendaki gunung itu orang tersebut mengadakan Musyawarah dengan hasil : pemberian nama daerah itu dengan nama Tepan (Bagus, elok) dan pembagian wilayah binaan atau kekuasaan.
Mereka sepakat memberi nama daerah tersebut dengan nama Tepan dengan alasan karena melihat keelokan, keindahan dan kondisi alamnya yang subuh, tanah yang luas, datar, serta letaknya yang strategis dengan tiga wilayah (sekarang Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu).
Wilayah kekuasaan dimulai dari Lubuk Kembang (Kumbung), dibagi jadi 4 wilayah kekuasaan, Adapun pembagian selengkapnya Adalah sebagai berikut :
- Kearah Utara wilayah suku Chaniago
- Kearah Selatan wilayah suku Sikumbang
- Kearah Barat wilayah suku Melayu Gedang
- Kearah Timur suku Melayu Kecil
Setelah mengenal istilah Pemerintahan Desa khusus Sumatera Barat biasa di sebut dengan Pemerintahan Nagari. Semula dari wilayah Indrapura sampai Silaut hanya satu Kecamatan yaitu Kecamatan PAncung Soal, dengan laju perkembangan zaman dan pertambahan jumlah penduduk makan daerah tersebut menjadi tiga kecamatan yaitu :
- Kecamatan Pancung Soal
- Kecamatan Basa Ampek Balai
- Kecamatan Lunang Silaut
Kecamatan Basa Ampek Balai sebelunya Adalah Kecamatan Ex Pancung Soal Tapan di Kecamatan Basa Ampek Balai semula hanya ada satu Nagari yaitu Nagari Tapan, sejak otonomi daerah UU No. 31 Tahun 2004 Tentang Pemenrintah Daerah, makan Nagari Tapan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan di mekar menjadi 8 Nagari pada tanggal 30Desember 2009 diantara lain :
- Nagari Tapan
- Nagari Batang arah Tapan
- Nagari Mapang Tulak Tapan
- Nagari Talang Koto Pulai Tapan
- Nagri Binjai Tapan
- Nagari Pasar Tapan
- Nagari Sungai Gambur Tapan
- Nagari Kubu Tapan
Nagari tersebut salah satunya Adalah Nagari Batang Pasar Tapan, nama ini di ambil dari suatu rapat dan konsultasi dengan tokoh Masyarakat, cerdik pandai, Alim Ulama, Tokoh adat, Pemuda-Pemudi, Suluh bendang dalam Nagari Pasar Tapan di ambil karena daerah ini satu-satunya pasar di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan sebelum di pindahan ke Pasar Raya Nilau Nagari Batang Betung Tapan.
Kenagarian ini semula terdiri empat kampung yaitu Kampung Pasar Bukit, Kampung Talang Bungo, Kampung Nilau, dan Kampung Bakir ke empat Kampung tersebut. Selanjunya tanggal 13 September 2011 di lantik Kembali 12 Wali Nagari hasil pemekaran ( PJS ) oleh Bapak Camat (Fachruddin, SH)
Tepatnya tanggal 28 Dsember 2011 dilantiklah Wali Nagari Defenitif, dengan demikian Wali Nagari di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan pada tahun 2011 menjadi 20 Nagari yaitu :
|
1.Nagari Tapan 2.Nagri Batang Arah Tapan 3.Nagari Pasar Tapan 4.Nagari Tanjung Pondok Tapan 5.Nagari Koto Anau Tapan 6.Nagari Dusun Baru Tapan 7.Nagari Batang Betung Tapan 8.Nagari Riak danau 9.Nagari Ampak Tulak Tapan 10.Nagari Bukit Buai Tapan |
11.Nagari Kubu Tapan 12.Nagari Simpang Gunung Tapan 13.Nagari Talang Koto Pulai Tapan 14.Nagari Sungai Pinang Tapan 15.Nagari Tebing Tinggi Tapan 16.Nagari Talang Balarik Tapan 17.Nagari Limau Purut Tapan 18.Nagari Sungai Gambir Tapan 19.Nagari Kampung Tengah Tapan 20.Nagari Binjai Tapan |
Silsilah Kepemimpinan Nagari Pasar Tapan
|
NO |
NAMA |
PERIODE/TAHUN |
KETERANGAN |
|
1 |
MUKHTAR IS, SE |
2003 - 2004 |
Pjs/Peg. Kantor Kecamatan |
|
2 |
YATIM NURDIN |
2004 - 2009 |
Defenitif |
|
3 |
SYAHBUNAN RICI |
2009 - 2010 |
Pjs/UPTD Pendidikan |
|
4 |
ZAL AZRIL |
2010 - 2015 |
Defenitif |
|
5 |
DASRUL A. Md |
2016 |
Pjs/Peg. Kantor Kecamatan |
|
6 |
ENDI KANCER |
2017 - 2022 |
Defenitif |
|
7 |
SISKANERI, S.E., M.M |
2023 - 2025 |
Pjs/Peg. Kantor Kecamatan |
|
8 |
DONI PUTRA, S. Kep., Ners |
2026 - Sekarang |
Defenitif |
Sumber Profil Nagari Pasar Tapan Tahun 2025
Berdasarkan Sejarah dan kondisi diatas maka Nagari Pasar Tapanadalah merupakan berasal dari nama Pasar berarti Pusat Pemasaran Perdagangan.